Rabu, 21 Oktober 2026

Memahami Teknik Program Remedial Bagi Siswa Yang Mendapatkan Nilai Dibawah KKM/ KKTP

Sebagai seorang guru, pasti mengharapakn setiap muridnya bisa mendapatkan hasil belajar yang memuaskan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan diawal pembelajaran. Itu adalah sebuah cita-cita yang diharapakan bahwa murid dapat menyerap sebanyak-banyaknya ilmu yang diberikan selama pembelajaran berlangsung.

Memang untuk mencapainya tidaklah mudah, perlu kerjasama yang baik antara guru dan murid agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Salah satu indikator ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut dapat dilihat diantaranya dengan nilai hasil Asessmen yang dilakukan. Contohnya dalam ulangan harian atau Asessment sumatif akhir Bab. Ada murid yang mendapat nilai bagus sehingga nilainya sudah melebihi nilai KKM, namun ada juga yang hanya mencapai nilai KKM, bahkan ada juga murid yang nilainya masih dibawah KKM. Tentu kemampuan murid dan usaha yang mereka lakukan tidak sama sehingga hasil nya pun tidak sama (bervariasi). 

Untuk siswa yang sudah diatas KKM, rasanya tidak perlu dikhawatirkan. Tentu tidak menutup kemungkinan kita bisa berikan pengayaan misalnya dengan memberi materi tambahan yang lebih tinggi ataupun diberikan tantangan lain. Namun, bagi yang nilainya masih dibawah KKM, tentu menjadi PR bagi kita sebagai guru supaya bagaimana murid tersebut bisa ditingkatkan lagi kemampuannya sehingga murid tersebut dapat mencapai tujuan pembelajaran yang seharusnya.

Jika siswa masih memperoleh nilai di bawah kriteria ketuntasan (KKTP/KKM yang ditetapkan sekolah), maka remedial sebaiknya tidak hanya berupa mengulang tes, tetapi diawali dengan bantuan belajar untuk mengatasi kesulitan yang dialami siswa. Prinsip ini ditegaskan dalam panduan resmi pembelajaran dan asesmen Kemendikdasmen yang menempatkan asesmen sebagai bagian dari proses perbaikan pembelajaran. (Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025 - Ruang GTK).

Teknis Pelaksanaan Remedial Ulangan Harian :
Guru terlebih dahulu:
  • Memeriksa hasil ulangan.
  • Mengidentifikasi indikator atau tujuan pembelajaran yang belum dikuasai siswa.
  • Mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kesulitan belajar.
Tujuannya agar remedial diberikan sesuai kebutuhan siswa, bukan sekadar mengulang soal yang sama. Panduan Pembelajaran dan Asesmen menekankan penggunaan hasil asesmen untuk memperbaiki proses belajar siswa.  
2. Melaksanakan Pembelajaran Remedial
Bentuk remedial dapat berupa:
Pembelajaran ulang dengan metode berbeda.
  • Tutor sebaya.
  • Bimbingan kelompok kecil.
  • Pemberian latihan terarah.
  • Pemanfaatan media pembelajaran yang lebih sederhana atau konkret.
Remedial bertujuan membantu siswa mencapai kompetensi yang belum tercapai, bukan hanya memperbaiki angka nilai.  
3. Melakukan Penilaian Ulang
Setelah pembelajaran remedial:
  • Guru memberikan tes ulang, tugas, praktik, proyek sederhana, atau bentuk asesmen lain yang mengukur kompetensi yang sama.
  •  Soal dapat berbeda tetapi setara tingkat kesulitannya dengan ulangan sebelumnya.
  • Fokus penilaian pada indikator yang belum tuntas.
Prinsip asesmen dalam Kurikulum Merdeka adalah mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran dan memberikan umpan balik bagi perbaikan belajar.   
4. Pengolahan Nilai
Praktik yang umum digunakan di sekolah:
  • Nilai remedial menggantikan nilai sebelumnya sampai batas ketuntasan yang ditetapkan sekolah.
  • Mekanisme rinci mengikuti kebijakan satuan pendidikan masing-masing.
Panduan nasional memberi ruang bagi satuan pendidikan untuk mengatur teknis pengolahan hasil asesmen sesuai konteks sekolah.  
5. Dokumentasi
Guru mencatat:
  • Nama siswa yang mengikuti remedial.
  • Materi yang diremedialkan.
  • Bentuk layanan remedial.
  • Hasil penilaian setelah remedial.
Dokumentasi ini penting sebagai bukti tindak lanjut hasil asesmen.  


Kesimpulan :
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan sebuah program remedial dikelas :

Tahap

Kegiatan

1

Ulangan harian dilaksanakan

2

Guru menganalisis hasil siswa

3

Siswa di bawah KKTP/KKM didata

4

Guru memberikan pembelajaran remedial

5

Siswa mengerjakan tugas atau tes remedial

6

Guru menilai dan mencatat hasil

7

Jika masih belum tuntas, diberikan pendampingan lanjutan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar